Friday, September 12, 2014

Being Single is Not A Curse :D


Halo!!!
Nah entah kesambet apa saya kali ini, tapi saya lagi mood posting sesuatu
 yang nggak berhubungan tentang kecantikan atau produk, haha...
Kali ini saya mau share dikit tentang being single alias JOMBLO. 
Ih, jangan merinding dulu dong :D
Baca sampe habis ya!

Ini saya share deh salah satu lagu terbaik saya dengarkan minggu ini :D
Mungkin banyak yang udah tahu, tapi nggak apa-apa kan saya share kali aja 
ada yang belum tahu hehe...


Tori Kelly

"Dear No One"

I like being independent
Not so much of an investment
No one to tell me what to do
I like being by myself

Don’t gotta entertain anybody else
No one to answer to

But sometimes, I just want somebody to hold
Someone to give me their jacket when its cold
Got that young love even when we’re old
Yeah sometimes, I want someone to grab my hand
Pick me up, pull me close, be my man
I will love you till the end

So if you’re out there I swear to be good to you
But I’m done lookin’, for my future someone
Cause when the time is right
You’ll be here, but for now
Dear no one, this is your love song

I don’t really like big crowds
I tend to shut people out
I like my space, yeah
But I’d love to have a soul mate
God will give him to me someday
& I know it’ll be worth the wait


So if you’re out there I swear to be good to you
But I’m done lookin’, for my future someone
Cause when the time is right
You’ll be here, but for now
Dear no one, this is your love song

But sometimes, I just want somebody to hold
Someone to give me their jacket when its cold
Got that young love even when we’re old
Yeah sometimes, I want someone to grab my hand
Pick me up, pull me close, be my man
I will love you till the end

So if you’re out there I swear to be good to you
But I’m done lookin’, for my future someone
Cause when the time is right
You’ll be here, but for now
Dear no one, this is your love song

Source: azlyrics.com

----------------------------------------

Oke jadi ini kenapa saya tiba-tiba posting beginian?
Oke, FYI saya nggak single ya teman-teman :D
 Saya sudah punya pasangan dan rencananya akan nikah tahun depan.
Dan pasangan saya super duper luar biasa :D
Tapi kenapa saya tiba-tiba posting tentang single (aatau jomblo)?
Maksudnya apa? Apa saya mau ngeledek temen-temen yang lagi galau belum ada pasangan?
Gitu?

Eh maaf, saya sama sekali nggak bermaksud ngeledek lho.
Serius.
Ini saya cuma mau share dikit aja, tentang menjadi cewek cantik dan single.

Kenapa saya mau sharing soal ini?
Karena saya liat fenomena 'jomblo=kesepian nan galau' kini makin merajalela.
Iya, dimana-mana semuanya ngeledek yang single.
Nggak acara TV, postingan di Twitter, FB semua memojokan kaum single.
Seolah single itu nista banget gitu ya :D

Padahal buat saya single itu murni pilihan.
Bukan kutukan, bukan pula nasib.
Coba gini deh. Nggak ada orang di dunia yang bener-bener nggak mau sama kamu kalau kamu merasa dirimu single karena nggak ada yang mau (alias nggak merasa laku).
Nggak percaya? Coba pikir deh. Manusia di dunia ini ada milyaran lho.
Dan  kalo kamu bilang 'Nggak ada yang mau sama aku.' itu agak rancu sebenarnya.
Apa bener nggak ada satu orang pun yang mau?
Udah coba kenal milyaran orang di dunia ini belum?
Bukan yang cuma ada di lingkungan kamu situ-situ aja?

Berarti bukan nggak ada yang mau, sayang :D
Tapi belum ketemu yang cocok!
Atau...sebenarnya diam-diam kamu punya kriteria sendiri dan ogah jalan sama sembarang orang.
Jika ya demikian, maka kita sepaham *toss*
Masalahnya gini, kadang kita bilang "nggak ada yang mau sama aku"
tapi pas ada yang deketin, eh kita cenderung 'kabur' kalo tahu yang deketin kita
nggak sesuai sama yang kita harapkan.
Kita sebenarnya bilang "Orang yang aku suka belum ada yang mau sama aku"

Jadi berarti jomblo itu pilihan. Pilihan mau sama siapa aja yang mau sama kita
atau mau sama orang yang juga mau sama kita.
Pilihan kan?
Kalo merasa kita selalu ditolak makanya jomblo, nah itu mah problem sejuta umat.
Berarti pilihan kita itu, jomblo. Kalo kita punya pilihan, dan itu nggak melanggar hukum
jelas dong itu bukan hal yang hina dan bukan kesalahan.
Kita cuma mau sama yang pas sama kita.

Nyari pasangan itu nggak semudah nyari produk pembersih muka,
yang udah ada labelnya "cocok untuk kulit berminyak".
Andaikata manusia itu ada labelnya, kan enak.
Di jalan tinggal cari aja "Aku cowok /cewek single dan aku mendambakan
cewek / cowok yang sungguh mau sayang aku, nggak perduli rupanya gimana"

Nah, gitu. Enak kan?
Tinggal kita colek dan cocokan sama 'label' kita.
Nah masalahnya pencarian cowok / cewek idaman itu susah,
kecuali mungkin kamu cenayang bisa baca pikiran orang.
Banyak banget kasus jomblo terjadi karena cintanya tak terbalas *uhuk*
Seringnya karena sudah frustasi, sudah capek nunggu-nunggu dan berusaha,
akan ada yang berpikir, "Ah ya udah deh, aku sama cowok/cewek itu aja daripada jadi bujang lapuk"
Padahal cewek/cowok itu sama sekali bukan kriteria kamu.
Lebih buruk lagi, orang itu NGGAK BAIK buat kamu.
Akibatnya? Boro-boro bahagia dapetnya justru hati yang tercabik-cabik :')

Padahal namanya menemukan seseorang yang pas itu butuh proses.
Nggak semua orang bisa beruntung ketemu soulmate-nya sejak bayi.
Atau sejak SMP, atau sejak SMA.
Saya termasuk orang yang 'apes' pas jaman SD, SMP, SMA dulu.
Bayangkan, nggak ada satupun cowok yang saya gebet balik suka sama saya hahaha.
Sempet ngerasa 'Apa aku ini jelek banget ya? Bego banget ya?'
Dan lain-lain.
Iya lho, saya sempat sealay itu haha.
Saya mulai mempertanyakan kualitas diri saya 'hanya' karena cinta
saya selalu bertepuk sebelah tangan.
Tapi lucunya, saya juga ogah pacaran sama orang yang menurut saya nggak sesuai selera saya.
Belagu banget yah, kesannya haha....
Tapi entah kenapa, sejak kecil ortu selalu menanamkan didikan bahwa cari pacar itu bukan untuk
main-main dan coba-coba (emang minyak angin??) tapi untuk menikah.
Iya menikah. Jaman SD saya udah mikir sampe segitu. Tua ya saya haha....

Saya berjuang sama orang ini dan itu tapi hasilnya nol.
Akhirnya saya putuskan untuk berhenti berusaha mati-matian.
Buat apa habis-habisin energi buat jadian terus putus?
Visi saya adalah saya akan menikah dengan pacar pertama saya.
Itu yang saya pegang kuat-kuat.
Jadi sampe SMA saya belum pacaran. Iya, susah banget gitu jadian sama yang pas.
Seringnya ditolak. Haha...
Meski dalam hati kecil, pengen juga gituuu punya pacar yang bisa
antar jemput, bisa suap-suapan, bisa saling kirim sms mesra,
bisa diajak malam mingguan dan sebagainya.

Tapi buat apa? Buat apa mau pacaran dengan alasan sedangkal itu?
Buat apa kalo ending-nya nggak jelas?

Saya pikir pacaran adalah untuk menikah dan itu harga mati.
Jadi meski sakit hati berkali-kali dan iri setengah mati sama temen-temen lain
karena sejak SMP udah gonta ganti pasangan, saya memilih bersabar.
Meski bete kalo tiap liat ada orang mesra-mesraan (iya jaman dulu ya gitu),
sebel tiap liat si A yang saya gebet jadian sama B saya teguhkan aja hati saya.

Jengkel sih. Liat postingan apaan gitu yang ngolok-ngolok si jomblo.
Ya iyalah ya, sapa juga nggak gondok diposisikan seolah jadi orang paling kesepian
dan hina dan nista di dunia ini? Siapa yang mau, siapaaa???

Tapi saya tetep ogah menurunkan standar saya.
Saya pikir, ya sudah lah nasib kalo jadi perawan lapuk toh daripada dapet yang nggak jelas.
Lebih baik jomblo deh daripada menyiksa batin sama orang yang nggak respek sama saya
dan saya juga nggak begitu suka. Sama orang yang nggak ada pikiran buat serius sama saya.

Temen-temen, untuk anak ABG, jomblo sampe SMA itu rasanya sedih lho.
Bahkan mungkin, sampe kuliah, kerja tetep jomblo nyesek banget. Sedih banget, jujur deh.
Tapi sebagai seseorang yang punya visi misi kuat dalam hidup, buat apa
buang-buang hari kita untuk hal yang nggak jelas?
Iya nggak jelas.

Kamu pantas mendapatkan seseorang yang menghargai kamu,
sepaham sama kamu dalam membina hubungan dan yang mati-matian akan
memperjuangkan kamu.
Nggak usah perdulikan si A si B jadian sama siapa sedangkan kamu nggak.
Nggak perlu sedih berkepanjangan karena orang yang kamu taksir selalu nggak gebet kamu balik.
Nggak usah frustasi karena sampe detik ini kamu belum ketemu orang yang tepat.
Keputusan kamu untuk menunggu itu luar biasa tepat.
Menunggu dalam artian bukan pasrah yaaa :)

Nggak akan ada cerita cinta yang dimulai kalo kamu cuma duduk-duduk di rumah sepanjang waktu.
Nggak akan ada cerita romantis kalo kamu nggak memperjuangkannya.
Saya mendoakan pasangan hidup saya sejak SMP dan saya benar-benar gumulkan saat SMA.
Akhirnya saya ketemu pasangan saya sekarang pas awal kuliah :D

Beruntung ya saya karena saya menemukannya pas awal kuliah.
Coba kalo sampe sekarang belum ketemu? T__T
Tapi saya jelas tetep nggak akan menurunkan standar.
Standar saya adalah seseorang yang mengasihi saya dan menerima saya apa adanya
dan mau berkomitmen serius dalam membina hubungan plus wajib seiman :)

Tapi semua itu dulu sama sekali nggak mudah jadi saya tahu banget perasaan
temen-temen yang sekarang masih single.
Bete kalo ada yang ribut tanya-tanya kenapa masih sendiri.
Bete kalo pas lagi kesepian atau liat temen dengan mudahnya dapat pacar.
Bukan iri. Cuma ya pengen juga *bedanya apa coba*
Meski bete, muka tetep cool padahal mungkin isi hati acak adut haha.
Tapi ya itu, mesti sabar kalau mau yang terbaik.
Prosesnya menyabarkan diri itu ya ampun. Alay banget, banyak nyeseknya.
Tapi setelah ketemu yang pas, saya pikir, duh dulu kok segitunya galau .__.
Saya emang lebay haha

Saya percaya, semua orang tercipta untuk seseorang.
Termasuk kamu.
Jangan pernah turunkan standarmu dan teruslah berjuang menjadi dirimu yang terbaik.
Kalo bete, kenapa nggak ketemu-ketemu yang tepat, jangan pasrah aja dong :D
Perluas pergaulan dan bersikaplah terbuka.
Bukan buka-bukaan tapi terbuka untuk hal baru yang positif.

Entah sekarang atau nanti, kamu pasti akan  tahu, penantian kamu nggak sia-sia.
Kadang ada aja bilang 'aku nggak butuh cewek/cowok!'
Yah itu pilihan, hehe.
Tapi seperti lirik lagu yang saya share tadi,
kita butuh pasangan bukan karena kita nggak bisa mandiri.
Kita butuh pasangan untuk berbagi :)

Dan yang terbaik, selalu layak ditunggu.
Saya tahu galaunya kenapa pasangan hidup / pacar belum ketemu-ketemu juga.
Tahu banget sedihnya sampe sempat pengen aja pacaran sama siapa aja.
Tapi sekarang saya bersyukur saya nggak frustasi segitunya sampe
rela asal comot pacar karena bete denger kata-kata orang dan tekanan masyarakat :p
Calon suami saya sekarang adalah pacar pertama saya and I'm proud of it :D

Mau punya pacar sih sah-sah aja. Mau jadian sama siapa aja ya hak kamu.
Tapi coba pikir, apa yang lebih baik daripada punya seseorang sekali untuk selamanya?
Rasanya spesial dan kamu tentu akan jadi seseorang yang beda dari yang lainnya.
Kamu akan jadi seseorang yang sangat spesial karena hatimu dipersiapkan sungguh-sungguh.

Jadi jomblo atau single itu nggak nista kok.
Kamu berharga dan kamu luar biasa.
Cuma masalah pilihan, mau menunggu yang tepat atau nggak sabar dan asal comot.

Intinya adalah nggak usah memburu waktu dan galau tiap hari
 hanya karena belum ada pasangan hidup.
Yang romantis nggak ketulungan itu cuma di drama Korea lho.
Kalo kebetulan ada di kehidupan nyapta romantisnya nggak ketulungan, ya itu rejekinya dia haha..
Tapi kamu mau yang romantis atau yang setia sama kamu sampe mati?
Pilih satu aja, mau yang mana?
Nggak usah galau, rileks aja semua indah pada waktunya :D
Kamu pasti ketemu, pada saat dan tempat yang terbaik.
Kalau diburu-buru sekarang, kemungkinan besar malah nggak akan dapat yang terbaik.
Selamat menikmati proses, cewek-cewek kece dan independen.
Selamat puas-puasin menjalani hobi dan meningkatkan kualitas diri selagi masih sendiri :p
You aren't single actually, you just haven't met the right one!

Salam semangat dan kecup hangat buat semuanya :D


xoxo

Raisa Angelin

ps. Bocoran dikit produk yang mau di-review dalam waktu dekat :D








12 comments:

  1. aku sukaaa postinganmuuu! :) suka bingung emang sama yang suka ejek ejek jomblo/single. karena sebenernya setiap orang yang berpasangan juga kan dulunya jomblo ekekeke dan aku sendiri nemuin juga beberapa orang yg memilih buat single. Balik lagiiii..itu pilihan kan :P bukan kutukan, yang membuat jadi (seperti) kutukan yaaa kurang lebih karena standar masyarakat yang mereka buat sendiri, kalau menikah di umur blablablaa.kalau belon nikah trusnya dibilang udah lapuk *menurut akuh* semoga komennya nyambung* halahhh~ nice words lah pokoknya raisa! haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. haha iya ivaa, soalnya aku kadang suka kesel aja gitu, sama olokan2 buat para single .__.
      bukannya nggak bisa diajak becanda sii, tapi apa iya joblo itu segitu2 parahnya? haha
      kalo dipaksa milih mending jadi single daripada dalam hubungan yang bikin merana. single sementara gitu lah yaa sementara nunggu yang tepat hihihi :D

      nyambung kok va, makasihhh ya dah komen sinii haha :*

      Delete
  2. aaaak akiuuu banget ini, aku singlet lhooo #LHO , aku single kadang sampai dinilai orang pemilih banget, padahal aku sendiri engga mematok standar tinggi buat pasangan, yaa namanya belum nemu yang sehati dan sejalan, soalnya aku cari yang srius untuk d bawa nikah, bukan uji coba, walaupun resiko single itu selalu mupeng pengeen bgt ada yang perhatiin lebih, tapi aku tahan"aja dulu jangan labil pengen buru"karena liat orang bukan karena feelnya udaah dapet sama seseorang yg ngena dihati , eaaaa jadi curcol deh hihi :P

    XOXO
    http://leeviahan.blogspot.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. haha iya, sering banget denger temen yang bilang "ya ela kamu pemilih banget si" sama temennya. Jahh, emang milih pacar kayak milih kapas muka, simpel haha
      emang si sementara pilah pilih kita juga sadar diri lah, upgrade diri. masa cuma mau yang bagus tapi ga mau jadi bagus hehe
      makasih via, semangat yaa sampe ketemu prince charmingnya hahaha :*
      gpp curcol, aku suka kok curcol wkwkwk

      Delete
  3. Raisaaaaa, aku agak berbeda pendapat kalau soal ini :D :D

    Tapi, pada dasarnya aku setuju dengan keseluruhan postingan ini bahwa jomblo bukan penyakit, bukan sampah masyarakat, bahkan sama sekali bukan masalah. Kebahagian manusia itu nggak cuma diukur dari apakah dia bisa suap-suapan sama pasangan atau tidak, betul?!

    Tapi aku kurang masuk sama ini: "Tapi buat apa? Buat apa mau pacaran dengan alasan sedangkal itu?
    Buat apa kalo ending-nya nggak jelas?"

    Aku cerita dulu pacaran menurut pandangan aku ya, ses. Menurutku secara idealis dulu: Pacaran adalah proses pengenalan, penjajakan, yang tentunya lebih dari sekedar temen biasa ya. Dalam suatu proses, ada yang oke dan ada juga yang gagal. Bisa jadi selama proses pacaran, ternyata aku menemui bahwa pacarku ternyata nggak cocok dengan aku. Nah, buat apa dipaksakan? Walau banyak orang yang bilang, "ih pacaran kok ganti2? Buat apa kalo ending-nya nggak jelas?" Tapi kan aku yang menjalani, aku yang tau bagaimana rasanya saat berproses, dan aku nggak mau memaksakan diri untuk mempertahankan suatu hubungan sampai nikah kalau memang ga cocok. Toh masih pacaran. Toh itulah gunanya pacaran, sebagai proses penjajagan sekaligus penilaian :D.

    Lalu ada juga yang nggak terlalu idealis: aku suka maka aku ingin dekat, ingin menjajaki. Menurut aku juga nggak masalah ses. Bahkan proses aku dekat dengan orang-orang dimasa lalu, proses aku berbagi, patah hati dan lain-lain itulah yang kemudian membentuk aku menjadi seperti ini. Aku rasa ya itu adalah fase dalam hidupku, dan bukan sesuatu yang dangkal dan nggak guna juga.

    Kalau suatu saat aku dikaruniai anak, dan anakku pengen "coba2" pacaran saat usia remaja, aku sih cenderung mengijinkan ya. Karena berdasar pengalamanku, semua fase "pacaran monyet" itu nggak sepenuhnya "nggak berguna" kok. Tentu saja dengan wanti2 bagaimana pacaran yang sehat dan bahwa belajar adalah yang nomor satu untuk saat-saat itu.

    Nah, dengan itupun aku nggak mau di-judge sebagai orang tua yang mengajarkan kedangkalan dan mendorong anaknya melakukan sesuatu yang nggak berguna (based on kata-kata "buat apa?"). Seperti juga aku akan menghormati dan nggak nge-judge orang yang berprinsip satu pacar untuk selamanya, karena jalan hidup orang kan beda-beda. Ada yang diberkahi ketemu pasangan yang langsung jadi jodoh seperti ses Raisa, dan ada yang harus mengalami momen bongkar pasang baru ketemu yang pas. Dan itu kadang bukan kita yang menentukan :D.

    Gitcyu ses, pendapat akunya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe, iya ses berhubung ini opini pribadi ya, dan berdasarkan denger kasak kusuk temen juga :D
      saya emang beruntung terselamatkan dari patah hati akut, sedangkan temen saya ada yang mungkin patah hati sejak tahun-tahun lalu belum kelar-kelar mpe sekarang dan terbawa sampai ke hubungan selanjutnya.
      Saya banyak baca buku yang sebenarnya meski menceritakan tentang pengalaman pribadi, pada akhirnya merujuk bahwa pacaran bukan sekedar proses penjajakan, suka - jadian -nggak suka - lepasin.
      Mungkin saya kali ya yang terlalu religius menganggap sesuatunya tapi saya emang percaya, sebenarnya kita nggak dilahirkan untuk gonta ganti pasangan trus patah hati dan bongkar pasang pasangan. Selalu ada proses untuk semuanya, proses kenalan, proses berteman dan sebagainya, tapi saya termasuk yang strict untuk urusan pacaran. Karena mungkin kebiasaan keluarga juga kali yaa, jadi tiap pacaran kudu ngenalin ke orang tua yang akan merembet ke keluarga besar.
      Pacaran merupakan langkah besar, dan itu adalah proses persiapan sebelum menikah.
      Saya setuju sih ses, sama pendapatnya kalo kita perlu penjajakan. Tapi tetap dengan tujuan awal, untuk membina hubungan lebih. Itulah sebabnya saya jadi super selektif mencari pacar. Cenderung super pemilih, tapi saya nggak pasrah kok ses :D
      Memang nggak ada yang menentukan, suatu saat nanti saya harus sama A, B, C, D. Sama yang sekarang pun belum tentu 100% kok, kan belum nikah *duh tapi jangan sampe lah ya terjadi hal tak diinginkan hehe*
      Yang saya sayangkan kalau orang pacaran tujuannya bukan untuk langkah yang lebih besar, tapi hanya sekedar 'malu, temen udah punya pacar, nggak papa lah ya pacaran aja putus aja nanti kalo nggak cocok' atau 'duh nggak ada yang mau sama aku, sama dia aja deh daripada jomblo' atau lebih parahnya 'aduh bokek, nggak ada yang jemputin nih kayak si A, B, C, D...pacaran sama si A aja dehhh..."

      Nah yang kayak gitu-gitu ses, ujung2nya dia cuma akan melukai orang dan melukai diri sendiri.
      Kalo ses memang awalnya jadian karena suka dan karena memang mau serius, nggak ada yang mau kalo akhinya kudu bubar jalan, tapi kembali ke niat. Niatnya apa dulu? Apakah endingnya akan jelas? Maksudnya ending disini, visi dan misinya ses :D

      Jadi saya memang terberkati dan setelah penantian cukup panjang ketemu sama yang setia dan sepaham sama saya.
      Saya tahu nggak semua orang memiliki jalan yang sama dan kembali lagi semuanya pilihan. Pilihan untuk pacaran atau tidak, menikah atau tidak, hanya pastikan bertanggung jawablah atas pilihan itu, tidak melukai orang dan akan memperngaruhi hubungan selanjutnya.
      Bisa kok ses, memang keliatannya sulit ya ses tapi menemukan pasangan yang tepat itu kayak menemukan jarum di setumpuk jerami kadang tapi pasti bisa.

      Makasih ya ses saya suka ses suka mampir baca post2 saya yang ginian wkwkwk

      Delete
  4. lagi blog walking nemu post ini :). gue banget sih *toss. semoga raisa langgeng ya sampe nikah ntar :D
    @freddy_friday blog

    ReplyDelete
    Replies
    1. aminnn :D makasih yaa, just my personal opinion kok :D

      Delete
  5. Huahahahahaha bagus posting nya.

    Single itu pilihan, jomblo itu kasian wkwkwk

    Saya termasuk yg setuju, pacaran bukan buat main2, bukan cuma demi punya temen bermalam minggu hehehe.. No offense yaaaa..

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe iya intinya pos ini ya sebenarnya itu, nggak perlu merasa nelangsa cuma gara2 single. Pacaran lah karena bener2 cinta, bukan karena takut jomblo hehe :p
      Thank you!

      Delete
  6. I'm single and I'm happy XD great post lah ini XD btw, semoga hubungannya langgeng yak~ kalau nikah undang2 #idih #siapegue XD

    http://farrelandmerry.blogspot.com

    folbak boleh? #kedip2ganjen XDDD hehehe

    ReplyDelete

Please leave any comment, feedback, etc here ^^ I will so much appreciate it <3 I do love comments from you, so please show me some love and tell me YOUR NAME. Have a great day! Thank you :*

ShareThis

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...