Friday, August 29, 2014

Feel Good, Look Good.

Halo! 
Kali ini saya nggak akan review atau post tentang tips kecantikan buat temen-temen :)
Kali ini saya mau cerita-cerita aja. 
Berhubung blog ini kebanyakan adalah post tentang kecantikan, 
post saya kali ini ya jelas nggak jauh-jauh soal kecantikan juga, hehe...
Untuk hal-hal random lain, saya lebih sering posting di blog saya yang ini

Well, ngomong soal KECANTIKAN, mau nggak mau kita akan diajak berpikir
tentang definisi kata CANTIK itu sendiri. 
Cantik itu apa sih? 
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia online, CANTIK memiliki definisi sebagai berikut :
cantik 1 /can·tik / a 1 elok; molek (tt wajah, muka perempuan); 2 indah dl bentuk dan buatannya: meja ini -- sekali;
sumber : disini

Jadi, cantik itu...MOLEK. Apanya yang molek? Apanya yang indah? 
Nah itu dia yang seringnya jadi ambigu haha. 
Berhubung hal yang paling mudah terlihat mata adalah bentuk fisik, maka
kemolekan yang paling gampang dinilai adalah wajah atau tubuh.

Kita semua tentu udah tahu ya, kalo cantik itu standarnya ada beragam buanget nget di berbagai tempat.
Di Amerika misalnya, standar cantik yang populer sekarang adalah berambut pirang,
bertubuh tinggi langsing, berhidung mancung dan berbibir penuh. 
Kita bisa lihat sendiri di kebanyakan film remaja, cewek-cewek populer rata-rata diperankan
cewek dengan ciri-ciri fisik seperti itu. 

Lain lagi di Korea, cewek cantik didefinisikan sebagai cewek
bertubuh kurus langsing, berkulit putih glowy, berbibir mungil, berwajah V-shape,
berhidung mungil, bermata besar dan memiliki aegyo sal yang fenomenal. 

Di Indonesia? Nah ini yang agak susah. Berhubung Indonesia itu plural banget,
definisi cantik itu ada super duper buanyak. 
Contohnya aja, dulu cewek-cewek asli Kalimantan kebanyakan menganggap
cewek cantik itu adalah cewek dengan telinga panjang menjuntai dengan ring-ring besar tergantung
menghiasi telinganya. Hal tersebut dianggap hebat dan bermartabat. 
Sekarang ya jelas hampir nggak ada lagi yang begitu, apalagi di perkotaan. 
Saya cewek asli Dayak Ngaju dan saya nggak punya telinga panjang dan mengenakan baju kulit kayu  
(apalagi tinggal di pohon, ehem).
Memang ada banyak definisi cantik sesuai daerah masing-masing di Indonesia 
yang luas banget ada ratusan lebih tradisi dan adat istiadat. 
Tapi seiring perkembangan jaman dan teknologi, definisi cantik mulai menyempit ke arah 
yang lebih diterima masyarakat internasional. 
Maksudnya, sekarang standar cantik di perkotaan seluruh dunia punya kemiripan yang signifikan;
bertubuh kurus langsing, pipi kurus, berkulit bersih dan bermata besar. 
Padahal nggak semua orang 'beruntung' punya tubuh langsing, pipi tirus,
berkulit putih (yep, nggak bisa dipungkiri kulit putih kinclong masih hits banget di berbagai tempat, 
termasuk Indonesia) bersih dan bermata besar. 

Sebenarnya standar tersebut nggak stagnan.
Definisi cantik berkembang sesuai era, khususnya bentuk tubuh. Nggak ada bedanya kayak fashion.
Pada era renaissance, badan sintal berisi itu hits banget. Muka chubby sama sekali bukan masalah.
Lalu di era Marilyn Monroe, badan sintal dan curvy masih dianggap paling cakep. 
Kemudian pada tahun 60an, dimulailah revolusi kecantikan oleh supermodel Twiggy yang
kemudian jadi ikon kecantikan dan fashion dunia dengan tubuh kurusnya. 
Sejak saat itu, para model diposisikan sebagai sosok ideal
yang seolah diharapkan menjadi tolak ukur kecantikan para cewek masa kini. 
Tubuh tinggi langsing, wajah tirus dan sebagainya...
mau kita terima apa nggak, itulah yang sekarang menjadi standar kecantikan yang beredar di masyarakat.

Sejak  reformasi standar kecantikan itu, media pun seolah-olah menjadi 'teror' 
yang menyebabkan hampir semua cewek (sadar maupun tidak sadar) 
berlomba-lomba mengikuti standar kecantikan yang 'telah ditetapkan' dan sedihnya, 
kebanyakan ditujukan untuk bisnis. Yup. Bisnis. 

Saya nggak bermaksud nyinyir disini ya :) 
Saya hanya berusaha menyampaikan opini saya dari pengamatan
yang saya lakukan selama ini.

Coba perhatikan deh, bila kita lihat iklan-iklan kecantikan, pasti definisi cantik yang disampaikan 
akan disesuaikan dengan gol produk tersebut. 
Paling sering sih iklan produk pemutih. 
Apapun itu, bagaimana pun bentuknya, kulit putih tersirat maupun tersurat akan dibilang sebagai 
'cantik yang sesungguh'nya. 

Saya sedih kalau ada yang menganggap putih = cantik. 
Memiliki kulit putih sejak lahir nggak akan menyulitkan seseorang untuk mendapatkan 
kulitnya putih kembali apabila kulitnya menggelap. 
Nah, tapi bagaimana dengan yang emang gen-nya kulitnya kuning langsat atau sawo matang
atau bahkan cokelat tua?
Gimana?

Standar kecantikan yang menyakitkan kadang memaksa banyak orang untuk 
'terpaksa' mengikuti standar yang ada. 
Cewek-cewek berlomba-lomba  memutihkan kulitnya, nggak perduli resikonya. 
Yang punya budget masih bisa ke salon dan ketemu dokter kulit. 
Yang punya dompet pas-pasan lantas bakal nekat pake produk aneh-aneh yang justru 
membahayakan kesehatannya.
Semua demi apa? 
Ya demi cantik.
Sounds stupid maybe, tapi percayalah. Kalau kamu ada di posisi dia,
kamu akan tahu gimana rasanya rela melakukan apapun demi terlihat cantik.
Kita nggak akan tahu apapun tentang siapapun kalau kita nggak di posisi dia.
Jangan-jangan malah kita sendiri suka begitu cuma nggak sadar dalam bentuk hal lain.

Belum lagi sekarang yang langsing itu lagi super hits banget.
Yang bertubuh berisi atau gemuk pun lantas berlomba-lomba menurunkan berat badan.
Syukur banget kalo caranya bener.
Kadang ada yang rela ambil resiko apapun kayak minum obat ini itu, 
nggak makan dan sebagainya. 

Sebenernya standar itu dibentuk siapa? 
Masyarakat dan media. 
Coba liat, anak kecil yang masih polos, dia nggak akan perduli
bentuk tubuh temannya, warna kulit temannya, model rambut temannya. 
Tapi begitu ada oknum yang bilang (sekalipun bercanda), "Ih dia gendut!"
"Ih dia item dekil!"
"Ih dia kribo, kerempeng gitu, ih!"
Maka hal tersebut akan sadar tidak sadar mempengaruhi pola pikir anak kecil tersebut.
Akan ada pertanyaan, "Kenapa kalau gendut? Kenapa kalau kurus?" dan sebagainya.
Pada akhirnya, semua mengarah pada satu hal. 
Yang nggak sesuai standar masyarakat = nggak bagus.
Kalo ada kata 'Ih'-nya kemungkinan hal itu nggak bagus.
Nah.

Kemudian akan dimulailah masa pencarian jati diri saat seseorang
'dikasih tahu' kalau hitam, gendut atau kribo itu 'nggak bagus'.
Nggak usah jauh-jauh, kita pasti sering nyaksiin waktu kecil ada aja anggota keluarga yang 
becandaannya pake bentuk olokan verbal. 
Atau ada temen-temen kita yang becanda ngatain ceking, item, kribo, gendut dan sebagainya. 
Percayalah, becandain fisik seseorang itu nggak pernah lucu. 
Dari luar kita nggak akan pernah tahu isi hati temen kita, mungkin dia baik-baik aja. 
Mungkin dia tahu kita cuma becanda. Mungkin dia ketawa-ketawa aja.
Tapi apa yang dia dengar, akan secara tidak sadar mempengaruhi citra dirinya.
Yap, citra diri adalah bentuk penilaian tertinggi kita terhadap diri sendiri. 
Saat citra diri rusak, maka kita akan merasa kita tidak sempurna, kita harus berubah,
kita tidak pantas bergaul, bahkan parahnya, merasa kita
tidak layak dicintai. 

Kemudian hal tersebut diperparah dengan perkembangan media yang makin 
gencar menyuarakan, apa sih kecantikan itu?
Mata belo, bodi langsing, kulit putih, bibir penuh dll adalah bentuk doktrin yang ditanamkan 
dari media massa, secara khusus.
Majalah, tabloid, acara televisi, blog dan sebagainya...kebanyakan menyatakan dengan 
gamblang maupun tersirat, bagaimana sih cantik sempurna itu.

Banyak yang nggak tahan dengan gempuran media massa yang tiada ampun
melancarkan aksinya, mendefinisikan tentang kecantikan. 
Liat cewek-cewek yang keliatannya sempurna mengiklankan suatu produk, 
kita lantas terburu-buru ikut beli produk tersebut, harapannya biar bisa sama 
cantiknya kayak yang di iklan. 
Liat artis-artis yang flawless, kita lantas buru-buru kepo mereka pake apa dan gimana caranya.
Kita lupa, beneran lupa kalo mereka itu adalah representatif media yang tujuannya apa?
Komersil. 
Kita lupa, ada fotografer handal, ada aplikasi sotosop di balik semua 'kesempurnaan' itu.
Kita diam-diam merasa terintimidasi dengan gambaran cewek cantik yang dibentuk media.
Belum lagi, banyak juga yang merasa kalau nggak cantik mereka akan susah dapat cowok.
Di Indonesia masih mending. Di Korea, 'nggak cantik' kemungkinan besar akan mempersulit
kamu masuk kerja di tempat yang bagus.

Kejam, memang. 
Sorry to say, akhir-akhir ini saya merasa cukup terbeban dengan gelar 'beauty blogger'.
Enakan jadi blogger aja ah :P 
Saya sadar, beauty blogger artinya saya siap jadi 'ikon' kecil-kecilan buat orang sekeliling saya.
Bayangkan, masa saya nulis kecantikan sampe tangan keriting-keriting di blog
 tapi kadang kalo ke mall muka suka awut-awutan haha.
Nanti para pembaca kecewa. Padahal saya nulis ini ya karena suka. 
Bukan karena mau dinilai ini itu.
Saya nggak suka kalo saya nantinya dituntut untuk selalu sempurna.
Sempurna yang gimana dulu nih? 
Emang jorok dan nggak ngurus diri itu nggak bagus, bentuk self respect itu ya merawat diri. 
Tapi kalo kebetulan rambut lagi lepek atau komedoan atau jerawatan saya keliaran dimana-mana
terus saya dinilai 'apaan sih tuh kan Raisa, nulisnya aja 
sok pinter gitu soal kecantikan taunya amburadul gitu'

Waduh.
Harusnya sama kayak kita punya hak untuk keliatan rapi menawan, 
kadang saya juga punya hak dong untuk nggak kelihatan menawan hahahaha :p
Pokoknya saya mau jadi diri sendiri aja.
Apa boleh buat, kadang sedihnya saya sendiri yang nilai diri saya 'nggak bagus' pas liat kaca.
Salah siapa? Salah saya, maunya jadi korban iklan yang bilang cantik itu begini begono.

Disini saya nggak mau nge-judge karena jujur mungkin saya sempat juga jadi korban.
Soalnya saya bisa dibilang salah satu korban iklan-iklan kecantikan.
Yep, I was.
Nggak munafik, tetep saya suka pake make up
Saya tetep suka beli-beli produk lucu. 
Tapi saat ini, semua semata-mata untuk kepuasan saya sendiri. 
Karena saya suka nimang produk lucu. 
Karena saya suka jadi orang lain saat saya bosan liat muka saya polos gitu aja.
Karena saya pengen eksperimen aja.
Intinya karena saya suka. Bukan untuk menyenangkan orang lain.

Tapi saya bisa kok keluar rumah tanpa make up. 
Saya mulai sadar, saya nggak harus kurus untuk menikmati hidup.
Saya mau sehat dan ngurangin berat badan, tapi saya mau selalu camkan untuk diri saya 
bahwa yang saya lakukan bukan untuk memenuhi standar masa kini.
Saya lakukan karena saya respek sama diri saya sendiri. 

Banyak yang mungkin akan bilang:
"Alah ngapain sih pake make up? Udah cantik ini kok pede aja kenapa, buang-buang duit aja"
Iya saya tahu, dan ada benarnya. 
Mungkin akan ada yang bilang:
"Jah...rempong amat mau cantik aja. Udah cakep kok, biasa aja. Apa adanya aja"
Ngomong gitu dan sementang nggak perduli, beneran belagak nggak perduli 
dan asal-asalan sama kulit dan tubuhnya. 
Nah. Saya nggak setuju. 

Disini yang saya mau bilang adalah, cantik itu sangat sangat sangat relatif, 
jangan sampai kita disetir media massa apalagi industri kecantikan. 
Make up bukan hal yang haram, selama hal tersebut bukan menjadi candu. 
Make up seharusnya tidak membuat kita merasa super cantik,
tapi kemudian tanpa make up lantas bikin kita merasa jadi super jelek. 
Merawat tubuh bukan hal yang ditentukan oleh media massa.
 Jadi kurus atau gemuk, semua itu pilihan. 
Kalau merasa tubuh gemuk kamu nyaman, sah aja. Itu badanmu kok. Tapi apakah hal itu nggak mempengaruhi kesehatan tubuhmu? Yakin?

Maksud saya adalah lakukan apapun yang membuat kamu merasa nyaman.
Bukan untuk menyenangkan orang, bukan karena terintimadasi.

Ini super klise, tapi percayalah yang lebih penting adalah apa yang 
ada di otakmu dan isi hatimu. 
Sekalipun kita cantik buanget tapi kepribadian buruk, apakah itu akan bermanfaat?
Sekali lagi itu hak siapapun untuk jadi apapun...tapi ya jangan mengusik kenyamananmu :)

Saya pribadi menganggap kita adalah apa kita pikirkan. 
Saya pikir saya adalah sosok yang berharga bagi Pencipta saya. 
Maka saya akan berusaha menjaga apa yang telah diberikan pada saya. 
Melakukan operasi plastik adalah pilihan masing-masing orang.
Banyak yang merasa kalau pake ini itu nggak bisa keliatan cantik, ya operasi plastik aja. 
Tapi saya pribadi jelas menolak melakukan apapun yang mengubah bentuk asli saya. 
Mencabut alis tidak mengubah alis saya secara permanen. 
Tapi mengubah tulang hidung saya? Itu berbeda. 
Sekali lagi itu pilihan. 

Buat saya, citra diri itu sangat penting.
Cara saya memandang diri saya mempengaruhi saya memandang dunia.
Belajar bersyukur dan selalu melakukan yang terbaik bagi tubuh dan kulit saya
adalaha bentuk penghargaan saya terhadap diri saya. 
Citra diri yang rusak akan merusak hidup kita. 
Kita berharga, kita berpotensi jadi seseorang yang luar biasa.
Hal itu akan tercapai selama citra diri kita terjaga baik.

Saya harap saya bisa menjadi seseorang yang hidup tidak
disetir semata-mata oleh pandangan masyarakat dan media massa.
Saya cantik, temen-temen pun begitu. 
Apapun yang ada pada diri temen-temen hanya seperti batu permata yang belum diasah. 
Permata yang berdebu tetaplah permata, jadi yang paling penting adalah diri temen-temen,
bukan pandangan (banyaknya negatif) yang menerpa.

Saya masih suka make up kok. 
Tapi saya bukan hidup dengan make up. 
Saya masih suka belanja barang lucu. Tapi saya tidak mau lagi menjadi pembelanja impulsif.
Selama saya bisa manfaatkan yang ada, 
saya mau belajar lebih mengendalikan diri agar tidak menjadi korban iklan.
This is only my humble opinion. You are completely rightful to disagree with me :)

Cintai diri kamu dengan benar, maka kamu akan mampu mencintai orang lain dengan benar.
Pahami nilai dirimu dengan benar, maka kamu akan mampu menilai orang dengan benar.
Kamu lebih berharga dari emas. Kamu sempurna dengan segala ketidaksempurnaan.
Jangan biarkan hal-hal negatif mengubah citra dirimu.
Jadi diri sendiri, dengan macam-macam karakter yang unik, nggak perlu jadi kayak orang lain.
Bagi saya, cantik itu adalah saat saya bisa membahagiakan orang lain. 
Saat saya bangga menjadi diri sendiri dan saat saya bermanfaat bagi orang lain.
Cantik itu saat kamu tahu apa yang kamu mau dan saat kamu menikmati hidup.
Cantik itu sudah ada dalam dirimu sejak lahir.
Kamu 100% layak dicintai, lepas dari gimana pun kondisi fisikmu.
Be the best of you inside out.

Ini post rada aneh nggak nyambung tapi saya plong haha.
Tulisan ini lebih kayak self therapy, sebagai reminder buat diri saya. 
Saya sama sekali nggak ngajak temen-temen untuk setuju sama saya,
tapi saya cuma mau ngajak temen-temen sama-sama merenung. 
Apakah temen-temen selama ini kita merasa dikejar-kejar rasa 
pengen klihatan 100% chic setiap saat, dimanapun,
yang tanpa make up atau baju mahal / bagus kita akan turun nilainya?
Apakah merasa begitu?

Kalau kamu, apa sih definisi cantikmu?

Stay pretty, stay awesome.

Ps. Saya suka video-videonya Anna ini. Kesannya urakan tapi kadang banyak benernya, haha.





8 comments:

  1. Aaaaah aku juga sukaaa banget sm Anna Akana :'D

    Aku jadi pengen sharing :'D aku juga sempet ngalamin minder, krn dari kecil sampai sekarang "dibombardir" dgn sosok ideal perempuan berkulit putih, tinggi semampai, muka oval, dst.

    Setelah introspeksi, sebenernya yg bermasalah bukan stereotip cewe ideal yg dibentuk masyarakat, tapi self worthku yang bermasalah :D dari situ aku mulai belajar dan berusaha mencintai "aku" haha, "menghadiahi" diriku sendiri dgn senyum atau cengiran tiap ngaca xD, self talk dgn afirmasi positif, dan belajar berdamai dgn segala kekurangan maupun kelebihan yg aku punya. Cause our body is the only place we have to live here on earth :D

    Nice post! <3

    ReplyDelete
    Replies
    1. haha iya, sebenarnya apapun kata media dan masyarakat, kalo kita yang pegang kendali pasti bisa pede jadi diri sendiri :D
      Cuma ya itu, ngomong emang lebih mudah. keep up the good work, pretty! :)

      Delete
  2. Wow Raisa, kita semua cantik kan ya?? hehee, nice post, (:

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sure we are, Iana ;) We are dangerously pretty hahaha :D In our own way. Thanks yaaa :D

      Delete
  3. Hehehe.. bener banget. Menurut aku sih cantik itu yang penting bersih, bukan putih ya! Sekarang pun aku kalau ditanyain "ngapain make up? ngapain nail art? emang mau nyari cowok?" emang kenapa? aku melakukan semua itu pure buat kesenangan aku sendiri. Sama aja kayak ngelukis, cuma bedanya kanvasnya ya tubuh kita sendiri. ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya intinya melakukan dengan nyaman tanpa ada intimidasi dari siapapun :D We are just perfectly beautiful just the way you are <3 Make up just enhancer :D

      Delete

Please leave any comment, feedback, etc here ^^ I will so much appreciate it <3 I do love comments from you, so please show me some love and tell me YOUR NAME. Have a great day! Thank you :*

ShareThis

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...